Prosesor adalah salah satu dari sekian banyak komponen terpenting dari komputer. Semakin tinggi spesifikasi prosesor, semakin hebat kemampuannya untuk melakukan berbagai pekerjaan berat (merender film, memainkan game 3D, mengedit gambar berukuran besar untuk billboard di pinggir jalan, dan sebagainya). Tentunya ada juga komponen penunjang lainnya yang membuat hal-hal tersebut jadi tidak mustahil dilakukan dalam hitungan menit (biasanya jam).

Kita sering mendengar istilah Core2Duo dan Dual Core di prosesor. Apakah ini? Jenis? Merk? Fitur? Sebelum dijabarkan, ada baiknya kita mengenal karakteristik dari prosesor. Prosesor adalah kumpulan transistor yang tersusun secara sedemikian rupa.

Logika untuk membuat kecepatan prosesor semakin meningkat ialah dengan menambah jumlah transistor. Semakin banyak transistor dalam suatu prosesor, akan semakin cepat kemampuannya melakukan berbagai instruksi dan pengelolahan data. Ini berdasarkan teori MOORE. Dan dia (moore) lah yang membuat teori perhitungan mekanisme pertambahan transistor. Analoginya sederhananya, semakin banyak pekerja yang disewa untuk membangun gedung, akan semakin cepat pula selesainya pembangunan gedung tersebut. Untuk gambaran mengenai besarnya transistor seperti apa, digunakan ukuran nanometer dan sebagainya (lebih kecil dari sehelai rambut).

Nah, teori si moore sendiri tadi tentu bukan tanpa cela. Ternyata ada kelemahan pula jika terus dilakukan pertambahan transistor pada prosesor. Semakin banyak transistor dalam sebuah prosesor, semakin banyak pula panas yang akan dikeluarkan oleh prosesor tadi. Nah kalau prosesor sudah panas, boro2 kinerja dapat terjadi, justru hal yang timbul adalah System of a Down. Sampai sini, jelas teori moore sudah terbantah secara otentik.

Atas dasar itulah lahirlah konsep Core2Duo. Core2Duo sebenarnya adalah nama teknologi hasil dari penelitian perusahaan prosesor Intel. Core2Duo jika diterjemahkan berarti inti (core) dua (duo). Untuk prosesor keluaran perusahaan AMD, prosesor ber-inti dua mereka dinamakan AMD Phenom. Jangan dipusingkan oleh soal Intel dan AMD karena mereka hanya sekedar merk.

Sekarang permasalahan sudah jelas. Topik mengerucut pada persoalan prosesor inti dua. Inti dua di sini adalah transistor ber-inti dua. Ini berarti dalam sebuah keping prosesor, terdapat dua buah inti kumpulan transistor. Analoginya, ada dua buah tim pekerja yang ditugaskan untuk membangun sebuah gedung berdasarkan jobdesk-nya masing-masing.

Lho bukannya tetap ada penambahan transistor walau katanya terbagi dua? So, pasti tetap panas kan?

Pertanyaan yang bagus. Penambahan inti menjadi dua adalah untuk mengatasi kelemahan hukum moore. Karena kecepatan prosesor sudah tidak dapat ditambah lagi, maka jumlah transistor yang ditambah bukan ke satu inti, melainkan ke satu inti yang lainnya lagi. Ini berarti, ada dua prosesor dalam satu wadah. Di sini panas berlebih tidak terjadi karena penambahan bukan ke satu inti. Tentu saja ini bermanfaat dan sangat efisien untuk melakukan instruksi multitasking dalam perintah berbagai program komputer.

Lebih tepatnya, prosesor ber-inti dua (dual core) tidak berarti cepat, tapi lebih efisien. Karena lebih efisien, pekerjaan jadi selesai lebih cepat. Jadi, “lebih cepat” di sini berarti lebih cepat dari sisi yang lain. Nah Gak ngerti kan :D

Beberapa tambahan dari komentar

Secara garis besar kan Core 2 Duo itu secara fisik masih satu prosesor hanya saja, didalam prosesor tersebut terdapat 2 core(atau 2 otak), walau begitu proses kerja bukan berarti 2 kali lipat, tidak.. Tapi menggunakan sistem pembagian, misalnya kernel dan aplikasi background lainnya akan dikerjakan di core 1, tapi jika core 1 dirasa terlalu berat kerjanya maka sebagian pekerjaan akan dipindahkan atau dialokasikan ke core 2…

Kalo dibilang lebih efisien tidak juga mas. Processor dua inti akan lebih efisien jika program yang dipake sudah mendukung multithreading.. jadi bisa memanfaatkan keberadaan dual processor tersebut…


Penghianat WordPress… :(

(gak deh becanda)

Berikut ini saya akan menjabarkan cara memasang status YM kita di Joomla 1.5. Untuk keperluan ini, kita bisa membuatnya melalui modul html text. Kita akan menggunakan kode ini:

================================================================

<a href=”ymsgr:sendIM?utchanovsky“><img src=”http://opi.yahoo.com/online?u=utchanovsky&amp;m=g&amp;t=2″ border=”0″ alt=”" width=”125″ height=”25″ align=”right” /></a>

================================================================

(ganti id utchanovsky dengan ID yahoo Anda)

Pertama-tama, klik extension > modul manager


Setelah itu akan muncul list berbagai jenis modul yang sudah tersedia secara default. Kemudian, klik new (sebelah kanan atas).

Di sini kita akan membuat modul baru berjenis html. Mungkin kalo dianalogikan, ini seperti membuat text widget di wordpress.

Setelah memilih custom html, klik next (pojok kanan atas)

Selanjutnya akan muncul jendela edit modul. Beri nama modul tersebut. (pada screenshoot gambar di bawah, saya menggunakan nama “Chat with our CS”. Pada pilihan position, pilih left or right tempat di mana modul ini akan ditampilkan di situs (saya memilih right untuk menampilkannya di sebelah kanan).

Scroll lagi ke bawah, Anda akan menemukan text area. Di sini kita akan mem-paste kode html tadi untuk menampilkan status YM kita.

Sebelum mem-paste code di atas, ubah dulu editor di text area tadi menjadi html editor (berhubung kita akan mempaste kode html buat menampilkan status YM kita).

Setelah itu akan muncul kotak baru, pastekan saja kode kita di situ.

Kemudian klik update. Jangan lupa untuk menyimpannya (kembali lagi ke atas, klik Apply atau Save). Pada bagian modul jangan lupa untuk dipublish.

Selamat, situs Joomla sudah bisa menampilkan status YM (offline-online) Anda